RSS

Tokoh – Tokoh Fisikawan Hebat Di Dunia

09 Sep
Berikut ini adalah Tokoh – Tokoh Fisikawan Hebat Di Dunia, diantaranya:
1. Albert Einstein
Dalam sebuah makalah tahun 1905, Einstein menjelaskan efek fotolistrik dari sebuah  hipotesa bahwa cahaya terdiri dari partikel dengan energi sama, dimana h adalah konstanta yang dikenal sebagai konstanta plack. Ini merupakan penjelasan Planck terhadap cahaya. Persamaan Einstein kemudian diuji secara eksperimen pleh Millikan pada tahun 1916. pada tahun 1905, Einstein memberikan penjelasan tentang gerak Brown dengan menggunakan teori kinetik, dia menyatakan bahwa hal itu disebabkan oleh tumbukan acak dari molekul. Einstein selanjutnya menurunkan suatu persamaan yang menyatakan bahwa suspensi dari partikel secara eksponensial menurun dari bawah ke atas.
Einstein kemudian mengembangkan relativitas umum, yang menyatakan bahwa percepatan itu seragam dan medan gravitasi adalah setara, pernyataan tersebut dikenal sebagai prinsip kesetaraan gravitasi. Teori relativitas umum menggunakan banyak kalkulus tensor Ricci-Curbastro’s.
2. Sir Issac Newton 

Di dalam buku pertama prinsipia, Newton membuat tiga hukum gerak yang sekarang dikenal sebagai hukum Newton (hukum inersia, aksi dan reaksi, dan percepatan proporsional). Buku kedua dibuat untuk filosofi baru ilmiah Newton yang menggantikan Cartesianisme. Dan pada Akhirnya, Buku ketiga yang terdiri dari aplikasi dinamika, termasuk penjelasan untuk pasang surut dan teori gerakan bulan. Untuk menguji hipotesis gravitasi universal, Newton menulis Flamsteed untuk menanyakan apakah Saturnus sebagai bagian Astronomi telah diamati.. Flamsteed menjawab bahwa efek tersebut memang telah diamati, dan itu diprediksi dengan perhitungan Newton yang telah ada. persamaan Newton lebih lanjut digunakan untuk mengamati bentuk bumi. persamaan Newton juga menggambarkan pergerakan bulan serta meramalkan kembalinya komet Halley.

3. James Clerk Maxwell

Rumusan Maxwell tentang listrik dan magnet telah diumumkan dalam A Treatise on Electricity and Magnetism (1873), yang mencakup rumusan yang sekarang dikenal sebagai persamaan Maxwell. Maxwell juga menunjukkan bahwa persamaan implisit diperlukan dengan adanya gelombang elektromagneti yang memiliki kecepatan sama dengan kecepatan cahaya. Dia juga mengusulkan teori fisika tentang eter. Dengan Clausius, ia mengembangkan teori kinetik gas. Dalam “Ilustrasi Teori dinamis Gas” (1860), ia menunjukkan distribusi kecepatan molekul dalam studiNya tentang teori kinetic. Dalam percobaannya Dia bisa membuat aliran panas dari benda dingin ke satu panas dengan membuka pintu setiap kali molekul dengan pendekatan di atas rata-rata energi kinetik dari benda dingin, atau di bawah rata-rata pendekatan energi kinetik dari tubuh panas, lalu cepat-cepat menutupnya. Proses ini tampaknya melanggar hukum kedua termodinamika, tetapi Maxwell bisa menunjukkan bahwa hukum kedua termodinamika adalah hukum statistik yang menggambarkan sifat dari sejumlah besar partikel.

4. Stephen William Hawking 

Setelah menerima gelar B.A. di Oxford pada 1962, ia tetap tinggal untuk mempelajari astronomi. Ia memilih pergi ketika mengetahui bahwa mempelajari bintik matahari tidak sesuai untuknya dan Hawking lebih tertarik pada teori daripada observasi. Hawking lalu masuk ke Trinity Hall, Cambridge. Ia mempelajari astronomi teoretis dan kosmologi. Segera setelah tiba di Cambridge, gejala sklerosis lateral amiotrofik (ALS) yang akan membuatnya kehilangan hampir seluruh kendali neuromuskularnya mulai muncul. Pada tahun 1974, ia tidak mampu makan atau bangun tidur sendiri. Suaranya menjadi tidak jelas sehingga hanya dapat dimengerti oleh orang yang mengenalnya dengan baik. Pada tahun 1985, ia terkena penyakit pneumonia dan harus dilakukan trakeostomi sehingga ia tidak dapat berbicara sama sekali. Seorang ilmuwan Cambridge membuat alat yang memperbolehkan Hawking menulis apa yang ingin ia katakan pada sebuah komputer, lalu akan dilafalkan melalui sebuah voice synthesizer’.

5. Charles Coulomb 

Di Blois, Coulomb meneliti sifat muatan listrik pada benda dan diketemukannya bahwa muatan tersebut hanya ada pada permukaan benda. Didapatkannya pula bahwa daya magnet juga mengikuti hukum kuadrat terbalik seperti daya listrik statis. Beberapa karyanya ditemukan juga oleh Henry Cavendish tetapi karya Cavendish baru terbit tahun pada tahun 1879. Penemuan Coulomb yang memastikan adanya hubungan antara kelistrikan dan magnetisme kelak dibuktikan oleh Hans Christian rsted serta Simon Poisson. Dan ini menjadi dasar penelitian elektrodinamika oleh Andre-Marie Ampere. Semua karyanya menunjukkan orisinalitas dan penelitian yang teliti serta tekun.

About these ads
 
Tinggalkan komentar

Ditulis oleh pada September 9, 2011 in beranda

 

Berikan Balasan

Please log in using one of these methods to post your comment:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

%d blogger menyukai ini: